Showing posts with label waterproofiing surabaya. Show all posts
Showing posts with label waterproofiing surabaya. Show all posts

Thursday, 25 December 2014

Waterproofing System (part.1)


Low pitch Atap


ecoTUFF TPO

Pertama kali diperkenalkan ke Selandia Baru pada tahun 2004, Waterproofing Sistem adalah pelopor di Selandia Baru untuk membran ecoTUFF TPO dan bangga menjadi pemimpin di pasar Selandia Baru TPO.
membran ecoTUFF TPO adalah kopolimer polypropylene dan ethylene propylene karet yang telah dibentuk menjadi lembaran membran dan diperkuat dengan polyester samaran tugas berat.
Produk satu lapis A 'generasi kedua', ecoTUFF menikah keuntungan dari bahan generasi sebelumnya sementara menghilangkan keterbatasan mereka. Hasilnya adalah membran atap yang lebih cepat dan lebih mudah untuk menginstal namun menawarkan ketahanan yang luar biasa terhadap cuaca, suhu ekstrim, paparan ultraviolet dan berbagai macam bahan kimia seluruh industri.

Wednesday, 24 December 2014

Pelaksanaan aplikasi waterproofing waterbase – cairan (liquid)

Pelaksanaan aplikasi waterproofing waterbase – cairan (liquid) :
1. —  Persiapan
2. —  Pembersihan
3. —  Lapisan I : Primer; berfungsi sebagai perekat media dengan waterproofing
4. —  Lapisan II : Finishing; lakukan 2 x coating agar didapat hasil yang maximal

Ilustrasi :



http://underwaterservice.co.id/?attachment_id=591
Waterproofing Semen Base

Waterproofing Semen Base berbahan dasar semen sesuai untuk diaplikasikan pada bangunan yang berada dalam kondisi terendam air terus menerus misalnya lantai kolam renang, kamar mandi, bak penampung air, kolam ikan dan pancuran.

Prosedur sebelum pelaksanaan aplikasi waterproofing semen base :

1. Seluruh permukaan yang akan diapplikasi harus bersih dari segala macam kotoran seperti debu, olie/minyak, dll
2. Keringkan seluruh permukaan yang akan diapplikasi
3. Apabila terdapat crack / lubang lakukan penambalan (repair Concrete)
4. Disarankan pada applikasi konsumsi material ± 1.5-2 kg / m2

Pelaksanaan aplikasi waterproofing waterproofing semen base :

1. —Persiapan
2. —Pembersihan area
3. —Primer, guna melekatkan media dengan waterproofing
4. Finishing, lakukan sebanyak 2 x agar didapat hasil yang maximal. Konsumsi material yang disarankan 1.5 – 2 kg / m2
5. Untuk applikasi pada kamar mandi / Toilet, Area yang perlu diwaterproofing adalah lantai dan dinding setinggi 1 meter dari lantai, setelah itu baru dilakukan pemasangan keramik
6. Untuk kolam renang / tandon area yang diapplikasi adalah seluruh permukaan lantai dan dinding, setelah itu baru dilakukan pemasangan keramik

Ilustrasi :

Waterproofing dan Berbagai Macam Kegunaannya

Waterproofing merupakan bahan pelapis yang kedap air, waterproofing ini dapat diaplikasikan pada area bidang tegak lurus, area datar atau miring dan area yang sering tergenang air.

Keuntungan finishing rumah dengan waterproofing:
 Akan meningkatkan nilai bangunan / properti aman dari kata bocor dan rembes, yang akan mengganggu estetika bangunan.
Menjaga kekuatan struktur pondasi bangunan, pengaruh air dalan jangka panjang juga akan berpengaruh terhadap struktur.
Memperpanjang umur bangunan, bangunan menjadi awet karena air yang jatuh langsung dapat mengalir dan terbuang dengan baik.
—Menciptakan bangunan yang tidak lembab dan berjamur, lembab akan menyebabkan bau yang tidak enak dan mudah menimbulkan penyakit karena jamur akan leluasa berkembang biak.

Waterproofing terdapat 4 jenis, yaitu :
1. Waterproofing Waterbase – cairan (liquid)
2. Waterproofing semen base
3. Waterproofing Rubber Bitument
4. Waterproofing Membrane Bakar (lembaran yang berbahan dasar bitumen yang dipadu dengan polyethilene)
Waterproofing Waterbase – Cairan (Liquid)
Waterproofing Waterbase – Cairan (Liquid) berbahan cair cocok untuk diaplikasikan pada dinding luar, karpusan genteng, dak beton ataupun area lain yang tidak tergenang air
Prosedur sebelum pelaksanaan aplikasi waterproofing waterbase – cairan (liquid) :
1. —  Ratakan lantai dengan trowel
2. —  Untuk Roof yang datar, gunakan sloping / kemiringan ± 2% untuk memperlancar jalannya air
3. —  Permukaan yang akan dicoating harus bersih dari dari debu, minyak / oli, dll
4. —  Untuk dinding baru, bersihkan permukaan dinding dari sisa kotoran semen dengan menggunakan kapi, sedangkan untuk Re-Coating lakukan pembersihan sisa cat dengan cara dikerok atau diamplas
5. —  Jika terdapat retak rambut atau lubang, terlebih dahulu lakukan penambalan